Daya Tarik Desa Wisata Pulesari

Desa Wisata Pulesari merupakan salah satu desa wisata yang ada di Yogyakarta yang terletak di kawasan pedesaan. Tetapi walaupun terdapat di pedesaan, desa wisata Pulesari memiliki karakteristik yang membuat desa wisata ini menarik banyak pengunjung. Desa ini menyajikan  nuansa wisata alam dan budaya yang saat ini maish dilestarikan menjadi lebih baik.

Mengenal Desa Wisata Pulesari

Secara geografis, Desa Wisata Pulesari terletak di Dusun Pulesari, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Nama Dusun Pulesari diambil dari nama Nyai Pulesari yang didapat saat Kyai Tokariyo melakukan pertapaan. Dalam pertapaannya, bertemulah Kyai Tokariyo dengan Nyai Pulesari yang telah dilupakan masyarakat selama bertahun-tahun silam.

Desa Wisata Pulesari ini dibentuk sejak tahun 2012 yang lalu. Desa wisata ini dibentuk atas ide kreatif dari masyarakat untuk membudidayakan salak karena potensi yang ditawarkan di Desa Wisata Pulesari ini yaitu agrowisata salak.

Desa Wisata Pulesari ini memiliki luas 2,5 Ha. Dengan daerah yang cukup luas tersebut, desa ini memiliki wilayah pertanian, ladang, perkebunan, industri, pemukiman, perdagangan, jasa, dan juga hutan rakyat. Jika dilihat dari topografinya, desa wisata ini berada di kaki Gunung Merapi yang ketinggian tempatnya 400 sampai 900 meter dari permukaan laut. Kondisi tanah di sini juga subur dengan tanah berpasir dan berbatu cadas.

Kalau kamu berkunjung ke Desa Wisata Pulesari di saat-saat tertentu, mungkin kamu bisa melihat sebuah upacara adat. Karena di kawasan desa ini, penduduknya masih mengerjakan tradisi dan juga menjaga budayanya. Ada beberapa agenda rutin yang biasanya dilaksanakan, misalnya acara tahunan seperti Upacara Adat Pager Bumi yang dilaksanakan ketika bulan Safar Rabu Pungkasan. Atau, kamu juga bisa menikmati kesenian lokal seperti tari salak, kubro siswo, karawitan, dan jathilan.

Desa ini Sangat berbeda dengan desa wisata lainnya, Desa Wisata Pulesari juga memiliki kesenian tradisional berupa Tarian Salak, Tari Kubro Siswo, Kesenian Klenthingsari, dan Kesenian Gobyoksari. Bagaimanapun, melakukan inovasi tiada henti dalam mengoperasikan desa wisata terus diupayakan pengelola dan juga masyarakat kampung Dusun Pulesari.

Menurut cerita, salak di Kecamatan Turi memiliki kualitas terbaik, bahkan telah diekspor sampai negeri Tiongkok. Hadirlah Museum Salak yang didirikan pada tahun 2013 sebagai media informasi mengenalkan salak pada khalayak luas.

Daya Tarik Desa Wisata Pulesari

Ada beberapa hal unik dan menjadi daya tarik yang ada di desa wisata ini, mulai dari makanan khas yang ada di sana, sistem sosialnya, dan sistem pertanian. Bukan cuma itu saja, ada berbagai sarana lain dan tempat bermain menjadikan tempat ini lebih lengkap lagi.

Di desa ini ada sungai yang jernih berjarak 200-300 meter, terpisah jalan dan kebun salak. Sungai itu bisa digunakan untuk tempat outbond, fun fame, ataupun trekking. Kamu juga bisa wisata petik salak dan mengunjungi tempat produksi olahan salak.

Usaha masyarakat Desa Wisata Pulesari untuk terus eksis di industri pariwisata juga didukung dengan sejumlah industri kreatif bermodalkan buah salak pondoh. Beberapa yang dapat di nikmati oleh wisatawan seperti olahan salak yang bisa kamu lihat di tempat ini, mulai dari bakpia, dodol, enting-enting, wingko, nastar, kerupuk, bakwan, madumongso, oseng-oseng, sambal, kolak, dan nogosari salak.

Ada kegiatan yang paling diminati oleh para wisatawan yang berkunjung yaitu river treking.  Dengan river treking anda dapat menyusuri sungai yang masih alami dengan berbagai wahana  yang di bangun. Wahana yang ada yaitu titian bambu, jembatan goyang, spiderman web, tangkap air, hingga air terjun dan gua.

Desa Wisata Pulesari semakin menambah deretan profil desa wisata di Jogja yang lahir dari kesadaran masyarakat, atas potensi lokal yang dimiliki. Baik itu dari sisi ragam budaya, pesona alam sekitar, kazanah kuliner, maupun nilai sejarah, dan budaya yang ada. Semuanya dikemas dalam sebuah keseruan wisata.

Anda mungkin juga suka...